Mon. Sep 21st, 2020

AMA-Kupang Gandeng Tiga OKP Bahas Kepemimpinan Perempuan

2 min read

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM-
Angkatan Muda Adonara (AMA)-Kupang menggandeng Asosiasi Mahasiswa Lembata (AML)-Kupang, Himpunan Pelajar Mahasiswa Asal Kelubagolit (HIMPAK)-Kupang dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Lamahala (IPMAL)-Kupang dalam Sharing Session bertema “It’s Time to Speak Up” pada Rabu (20/11) di Taman Nostalgia Kupang.

Sharing session yang digagas oleh AMA-Kupang tersebut menghadirkan sejumlah pemantik diskusi, yakni Katarina Kewa Sabon Lamablawa, Ketua Umum AMA-Kupang, Apolonia Hilaria Benga Laliehaq, Ketua Umum AML-Kupang, Asna Azhar Azizah Ina Kewa, Ketua Umum HIMPAK- Kupang, dan Khadijah Nurul Hidayah, Sekretaris Umum IPMAL-Kupang, yang dipandu oleh Ayu Boleng, Kabid Pendidikan dan Perguruan Tinggi (PPT) Ikatan Mahasiswa Witihama-Kupang (IMW-K).

Baca Juga :  Jelang HUT Ke-59 Tahun 2020, Korem 161/Wira Sakti Gelar Karya Bakti Penghijauan

Dalam sharing session tersebut, para pemantik diskusi membagikan pengalamannya sebagai pemimpin organisasi kemahasiswaan di tengah beragam stigma sosial di masyarakat tentang perempuan.

“Saya percaya laki-laki dan perempuan itu seperti dua kursi yang sama tinggi dan bentuknya, hanya punya warna yang berbeda”, ungkap Nurul Hidayah membuka pernyataannya.

“Pada dasarnya, laki-laki dan perempuan adalah mitra, bukan kontra. Tidak ada yang saling mengangkangi peran masing-masing”, sambung Kewa Sabon Lamablawa.

“Secara fisik mungkin memang perempuan lebih lemah, tapi bukan berarti ia tidak kuat. Bagaimana pun juga, menjadi seorang pemimpin publik tidaklah mudah bagi seorang perempuan. Namun tak berarti itu tidak mungkin”, imbuh Ina Kewa.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19,Kodim 1604/Kupang Lakukan Penyemprotan Lanjutan Hari Kedua Di Perkantoran

Sementara itu Benga Laliehaq melihat stigma sosial sebagai sesuatu yang harus dipatahkan dengan aksi, tak sebatas narasi.

“Kita (perempuan) harus membuktikan bahwa kita bisa. Dan untuk membuktikannya, harus ada aksi nyata. Bukan hanya narasi dan kata-kata. Selama kita punya kapabilitas, kenapa tidak?” tukas Benga Laliehaq.

Diskusi tersebut berlangsung selama sekira 3 jam, dan rencananya, diskusi berkelanjutan tersebut akan rutin diselenggarakan dengan beragam topik lainnya sebagai upaya untuk mengasah nalar dan kreativitas orang muda masa kini.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Uta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *