Tue. Sep 29th, 2020

FPN Desak Bupati Nagekeo Berkantor di Desa Tengatiba untuk Atasi Krisis Air Bersih

3 min read

KUPANG–JARRAKPOSKUPANG.COM Nagekeo-  Forum Pemuda Nagekeo (FPN)  mendesak Bupati Nagekeo, dr.  Johanes Don Bosco Do agar berkantor di Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Pemuda Nagekeo, Urbanus Dhalu, S.H., M.H agar Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo segera mengatasi persoalan krisis air bersih dan listrik yang diderita masyarakat di desa tersebut sudah sekian lama.

Pasalnya, sejak 12 tahun Kabupaten sejak Nagekeo berdiri sebagai otonomi daerah (Otda) Desa Tengatiba belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Desa Tengatiba sepertinya dianaktirikan,” katanya.

Kepada media ini, Senin, (16/12/2019) Urbanus mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan air, warga Tengatiba terpaksa menimba air hujan yang tertampung di tiga embung Nunungongo untuk dikonsumsi.

“Hal yang memprihatikan adalah air di tiga embung tersebut juga menjadi konsumsi hewan peliharaan seperti sapi, kambing, kerbau. Sehingga, dari sisi kesehatan, sangat tidak layak jika air itu dipergunakan oleh warga untuk minum, masak, dan mandi,” tutur Dhalu yang juga merasakan penderitaan itu.

Urno sapaan akrab Urbanus menegaskan  bahwa sangat tidak manusiawi jika Pemda Nagekeo tidak segera mengatasi krisis air bersih di Tengatiba karena air yang dikonsumsi warga setempat adalah air kotor dan tercemar.  Hewan pun turut mengonsumsi air itu. Apabila Pemda tidak segera bertindak secepatnya, maka akan berdampak pada masalah baru seperti timbulnya penyakit kulit, stunting, diare, dan jenis penyakit lainnya.

Baca Juga :  Sebelum TMMD Mengatasi Kesulitan Rakyat Di Amarasi Timur Kodim Kupang Gelar Komsos

Untuk mengatasi hal tersebut, mantan aktivis PMKRI Kupang ini menuturkan, Pemda Nagekeo harus segera menyediakan air bersih gratis untuk memenuhi kebutuhan warga setempat sebagai pertolongan alternatif,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, di Desa Tengatiba ada sumber air. Namun, kendal yang dihadapi adalah jarak tempuh dari Desa Tengatiba ke sumber air sekitar 3 km yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk tiba di sana. Sehingga, warga tidak bisa jangkau,” ujar alumni Pascasarjana  Ilmu Hukum Universitas Nusa Cendana itu.

Sebelumnya, ada jaringan perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber air ke Desa Tengatiba. Akan tetapi, jaringan perpipaan dan bak penampung air tidak berfungsi lagi dan telah lama rusak,” beber alumni Permasna Kupang itu.

Menyikapi hal tersebut di atas, Forum Pemuda Nagekeo mendesak DPR dan Pemerintah Daerah agar segera menganggarkan pembangunan jaringan perpipaan, bak penampung air, serta fasilitas lainnya demi mengatasi krisis air di Desa Tengatiba. Tentu perlu perencanaan dan  kajian teknis sehingga bermanfaat jangka panjang,” harap Urbanus.

Baca Juga :  Tanggap Wabah Covid-19,Kodim 1604/Kupang Membagikan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

Tidak hanya di Desa Tengatiba Forum Pemuda Nagekeo juga mendesak Pemkab Nagekeo untuk mengidentifikasi desa-desa yang mengalami krisis air bersih,” imbuhnya.

Apabila Pemda tidak mampu mengatasi krisis air besih  di Desa Tengatiba dalam tempo jangka menengah dan jangka panjang,  sebagaimana diuraikan di atas, Forum Pemuda Nagekeo menilai Pemda Nagekeo di bawah kepemimpinan dr. Johanes Don Bosco Do dinilai gagal menyejahterakan masyrakatnya.

Selain itu, jika tuntutan dan desakan tidak diindahkan oleh Pemda dan DPRD Nagekeo, Forum Pemuda Nagekeo akan melakukan demonstrasi besar-besaran
bersama elemen mahasiswa dan pemuda  Nagekeo,” tegas pemuda kelahiran Desa Tengatiba itu.

Rencanannya, Forum Pemuda Nagekeo akan menyurati Gubernur NTT Viktor Laiskodat untuk menyampaikan aspirasi berdasarkan data dan fakta soal krisis air bersih di Kabupaten Nagekeo.

Jarrakposkupang.com/MR
Editor: Uta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *