Fri. Sep 25th, 2020

Gelar SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN, NKRI Butuh Milenial Yang Cinta Tanah Air

2 min read

KUPANG–JARRAKPOSKUPANG.COM
Sabtu, 8 Februari 2020 yang bertempat di Aula Seba Guna di Tarus berlangsung kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan oleh MPR-RI,dalam laporan ketua panitia Saturnius Jawa menyampaikan Sosialisasi 4 pilar ini adalah yang kedua kalinya oleh Abang Melki.Selanjutnya Melki Laka Lena Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini langsung membuka secara resmi kegiatan sosialisasi.

Sisma martins mahasiswa administrasi Negara- Fisip UNC, pengurus HMI Kupang dalam kesempatannya membawa materi tentang globalisasi dan ancaman terhadap nilai-nilai Pancasila mengatakan,”media sosial sangat luar biasa saat ini sampai mengancam Pancasila, tetapi Pancasila tetap menang dan bertahan, karena Pancasila kekuatan keberagaman Indonesia (ideologi bangsa Indonesia). Namun, kini nilai-nilai Pancasila mulai terkikis karena ulah kaum milenial.Kekhawatiran terhadap pemuda Indonesia yang ingin mengganti Pancasila.Ada banyak hal yang dapat dilakukan kaum milenial, seperti mempertahankan persatuan dan melakukan hal konkrit seperti pendauran sampah plastic, menjaga kebersihan lingkungan.Hal-hal baik yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, maka Pancasila akan semakin kuat.”tutup salah satu relawan kompak (komunitas Peace maker) Kupang.

Baca Juga :  Menyikapi Virus Corona,dr.Christian Widodo:"Jangan Panik Berlebihan Dengan Percaya Berita Tidak Jelas"

Pengurus FKPPI Cab. Denpasar Bali sekaligus Ketua DPP Peradah Indonesia NTT
Putu Satria Muliyadi S.E dalam materinya tentang Fundamentalisme agama dan ancaman kebhinekaan menegaskan bahwa
“Negara kita luas dengan keanekaragaman, tetapi ada aliran yang mengancam,fundalitas agama, mengembalikan ajaran-ajaran yang dulu, sifatnya ekslusif, menolak perbedaan. Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Pancasila sebagai dasar moderat keanekaragaman,mengakomodasi perbedaan sebagai kekuatan, kalau bukan semangat pemuda, siapa lagi. Sikap yang penting toleran, akomodatif, dan eksklusif.
Eksklusif, tak bisa menerima perbedaan. Inklusif, dapat menerima perbedaan, percaya dengan Pancasila.

Dalam kesempatannya Jerry Manafe Wakil Bupati Kabupaten Kupang mengatakan bahwa “Sisi Pancasila dari pemerintahan
Dalam sisi kehidupan sehari-hari, kita sebagai milenial harus bersatu, jika masih terkotak-kotak akan susah nantinya. Kita (NTT) akan ketinggalan, jika masih mengkotak-kotakkan berdasarkan suku, agama, dan ras. Perubahan itu mulai dari diri sendiri, memberikan diri untuk Nusa Terindah Toleransi.”tutup Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kupang itu.

Baca Juga :  Pakar Komunikasi:"Debat Erick Thohir VS Adian Napitupulu Bagus Untuk Pencerahan Publik"

Jerry Manafe juga mencontohkan Partai Golkar yang menjadi salah satu contoh partai yang tidak memilah-milah berdasar suku, agama dan ras, berjalan sesuai dengan rel (pemerintah). Kaum milenial mampu melihat nilai dari pemerintah, harus menerobos kebiasaan untuk perubahan. Kita semua harus mendukung kaum milenial, orang muda milenial kabupaten Kupang.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena mengatakan bahwa “NKRI Butuh Milenial yang Cinta Tanah Air ,Kaum milenial adalah kaum muda yang umumnya lahir di tahun 1990-an dan 2000-an yang hidup dekat dengan teknologi, berani dan energik.Orang milenial dapat mencegah hoax, jika mampu berbicara dengan baik kepada masyarakat.Asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia rasa keadilan dan substansi keadilan harus di junjung tinggi. Mengurus keadilan sosial tidaklah mudah.Berbicara agama bukanlah hal yang tabu, tetapi harus dibicarakan di depan, muka umum. Persoalan bangsa tidak dapat diselesaiakan oleh sekelompok orang saja, kebersamaanlah yan membuat Pancasila bertahan.

Jarrakposkupang.com/YL
Editor: Uta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *