Tue. Sep 29th, 2020

ROBOT SOPHIA KENAKAN KAIN TENUN NTT,WAGUB NTT BERHARAP MASYARAKAT HARGAI WARISAN LELUHUR

2 min read

KUPANG–JARRAKPOSKUPANG.COM
Sophia yang merupakan robot kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia yang diciptakan oleh Hans Robotics di Hong Kong, tampil pertama kali di Jakarta pada Senin,(16/9/2019) sebagai salah satu pembicara utama dalam acara Central for Strategic and International Studies Global Dialogue 2019 yang digelar di Hotel Borobudur.

Ia berbicara banyak hal,Keterampilannya dalam menjawab pertanyaan dari audiens disertai dengan ekspresi wajah yang unik beberapa kali membuat audiens tertawa.
Pencapaian terbesarnya adalah menjadi robot pertama di dunia yang mendapat status warga negara, tepatnya dari Arab Saudi pada 2017.

Ternyata ada hal yang jauh lebih menarik ketika Robot cerdas ini kunjungi Indonesia.Sophia dikenakan kain tenun khas NTT,Di lansir dari (Liputan6.com),pakaian yang dipakai Sophia adalah rancangan Didiet Maulana,Creativ Director of IKAT Indonesia.Didiet bercerita bahwa “kebaya merah jambu robot Sophia terinspirasi gaya kutu baru, lalu kain panjang bawahannya adalah tenun sulam dari Timor Timur Selatan, dan angkin (kain pinggul) berasal dari Sumba.Tampilan Sophia pun dibuat tambah segar dengan selendang sutra berwarna merah di bahu kanannya.”

Baca Juga :  Hamzah Wulakada Ajak Semua Elemen Aktualisasikan Pancasila Secara Radikal

Diwawancarai awak media dalam menanggapi hal ini Drs. Josef Nae Soi, M.M
Wakil Gubernur NTT,memberikan kesannya yang luar biasa terhadap kain tenun NTT dan berharap warga Nusa Tenggara Timur lebih menghargai kain tenun sebagai warisan.

Menurutnya “kain tenun NTT bukan sekedar hasil kerajinan tangan tetapi merupakan kekayaan intelektual leluhur atau nenek moyang yang diwariskan kepada kita anak cucunya (intelectual property).Harapan saya,tidak hanya ASN saja yang kenakan kain tenun,tetapi semua kalangan masyarakat NTT seharusnya menggunakan kain tenun NTT,karena hal ini juga merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT kedepannya.Kalau dunia international saja menghargai tenun kita maka kita juga harusnya lebih menghargai kain tenun daerah kita yang merupakan kekayaan intelektual nenek moyang yang diwariskan kepada kita”,pungkas Wakil Gubernur NTT.

Baca Juga :  Di Perkirakan Lebih Tua Dari Sasando,Tatong akan kembali Di Promosikan

Konsep pertama yang Didiet pilih untuk kebaya Sophia adalah diversity.Kain-kain yang digunakan berasal dari berbagai daerah sembari tetap menjaga equilibrium penampilan Sophia agar menampilkan konsep kedua,yakni perempuan klasik Indonesia.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Uta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *