Sun. Sep 27th, 2020

Babinsa Jajaran Kodim 1604/Kupang Olah Lahan Bercocok Tanam Dalam Rangka TNI Peduli Inflasi

2 min read

KUPANG–JARRAKPOSKUPANG.COM
Dipimpin langsung oleh Danramil 1604-01/Kupang Mayor Inf Harjito, S.Pd, sebagai koordinator lapangan program “TNI Peduli Inflasi” untuk melaksanakan pengolahan tanah menggunakan traktor bersama Pok tani Usaha Bersama Air Sagu serta P3A (Perkumpulan Petani Pamakai Air) yang diketuai oleh Bapak Oktori Gaspersz dan anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang yang rencana untuk demonstrasi plot (Demplot) yang berdapat di Desa Noelbaki RT 015 RW 007 Kec. Kupang Tengah Kab. Kupang, Rabu (22-04-2020).

Bapak Oktori Gaspersz selaku ketua Pok tani Usaha Bersama Air Sagu serta P3A (Perkumpulan Petani Pamakai Air) menyampaikan luas tanah demplot Kodim 1604/Kupang adalah 0,5 Ha atau setara dengan 5000 m².

Baca Juga :  Dandim 1604/Kupang Bentuk Tim Khusus Percepatan Penanggulangan Covid-19

“Ia menambahkan bahwa cara cara budidaya tanaman yang dilakukan di kebun menggunakan hortikultura,” ujarnya

Danramil 1604-01/Kupang Mayor Inf Harjito, S.Pd menyampaikan bahwa lahan demonstrasi plot (Demplot) adalah suatu metode penyuluhan pertanian secara langsung kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat, mempraktekan dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Selain itu melalui kegiatan sosialisasi dan praktek penanaman sistem demplot, bertujuan mengajak petani untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.

“Dengan diadakan demplot ini nantinya supaya para petani mau mengikuti bercocok tanam menggunakan metode hortikultura dan tentunya juga cara perawatan dan pemupukan yang tepat dan benar agar kedepan menghasilkan panen yang maksimal dan lebih meningkat dari sebelumnya,” tutur Danramil

Baca Juga :  Hadiri Lokakarya GMHS ,DR. Hermanus Man:"Ini Permasalahan Mendasar Sampah"

Danramil menambahkan pengolahan tanah menggunakan traktor ini bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor:Uta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *