Wed. Sep 30th, 2020

DILAN Liga Mahasiswa NasDem NTT:Peran Pemuda Dimasa New Normal Menjadi Garda Terdepan

3 min read

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG.COM – Komite Wilayah, Liga Mahasiswa NasDem Provinsi NTT mengadakan kegiatan Diskusi Lepas Akhir Pekan (DILAN), pada Sabtu (13/06/2020).

Kegiatan yang di pandu oleh wakil bidang bimbingan belajar dan kajian Liga Mahasiswa NasDem NTT, Hendy Lepa Sabaora. Tema DILAN LMN NTT : Peran ” Pemuda Dalam Menyikapi Era New Normal Pandemi COVID19 Di NTT”. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Aktivis Kesehatan dan Kemanusiaan JAKKER NTT Thomas M.Shody, S.KM, Frids W. Lado, Pimpinan Redaksi Media Suluh Desa dan Pegiat disektor pertanian, Gregorius Bouk.

Ketua Komite Wilayah, Liga Mahasiswa NasDem Provinsi NTT, Periode 2019 – 2023, Yoan Niron, S.KM. mengungkapkan pada media.

Semenjak dilantik pada tahun 2019 hingga saat ini, progam kerja yang rutin tetap dijalankan dari Liga Mahasiswa NasDem ialah Diskusi Akhir Pekan ini. Progam ini kami jalankan secara bulanan dengan melihat urgensitas isu, kebijakan dan permasalahan yang ada di bumi flobamorata.

“Peran pemuda semasa pandemi COVID 19 dapat dilihat nyata lewat pemberitaan media pers dan media sosial. Pandemi COVID19 memberikan spirit kemanusiaan antar sesama terjalin secara lebih baik. Tentunya inilah peran pemuda yang diharapkan.Terkait peraturan New Normal yang akan datang ini, sesungguhnya harus disikapi secara serius dengan gagasan dan tindakan yang konkrit. Pemuda/i di NTT perlu menjadi garda terdepan ditengah masyarakat dengan menghadirkan perilaku yang sesuai dengan protokol kesehatan COVID19 selama masa new normal nanti. Pemuda musti menjadi teladan dan pembaharu untuk tetap bergerak secara aktif menjadi teladan dan pembaharu masyarakat, disamping itu pula pemuda musti juga musti mengawasi implementasi aturan New Normal dan terlibat mensosialisasikan progam penanganan COVID19 dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing – masing. ” Ujarnya.

Baca Juga :  Siaga Pemulangan Pekerja Migran Asal NTT,Kodim 1604/ Kupang Gelar Rapat Pembentukan Tim Penjemputan

Lebih lanjut, Sekretaris Cabang Komisariat Pemuda Katholik Kota Kupang ini mengatakan Diskusi kali ini juga kami mengajak para pemuda/i untuk melihat aspek kebijakan pemerintah dan turut mengawal kebijakan untuk bisa benar-benar diimplementasikan apalagi dana yang di anggarkan pemerintah terkait penanganan dampak COVID19. Pemerintah dan sektor lainnya yang akan mulai beraktivitas saat new normal nanti untuk bisa benar memberlakukan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya. Apalagi diwilayah kota kupang sudah ada kasus positif dari transmisi lokal, oleh sebab itu kami Liga Mahasiswa NasDem NTT meminta pemerintah dan sektor swasta dan lainnya juga memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) selama New Normal ini.

Terkait Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi juga musti diterapkan di tempat – tempat publik. Kami melihat dengan standar aturan Kemenkes ini perlu juga ada aturan khusus area pasar, sekolah atau perguruan tinggi. Tempat wisata juga demikian setiap daerah perlu ada penerapan lebih rinci lagi sesuai keadaan dan kebutuhan di lapangan agar aspek ekonomi bisa kembali tumbuh dan tidak menimbulkan klaster – klaster kasus positif baru. Sosialisasi dan penegakan aturan akan menjadi kunci dalam pemutusan mata rantai penularan dalam masa New Normal nanti,” Tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Pra TMMD ke-108,Dandim 1604/Kupang Beri Arahan dan Motivasi ke Satgas TMMD

Salah satu narasumber, Thomas Shody yang mewakili JAKKER NTT kepada media mengungkapkan bahwa

“Peran lintas sektor dalam memutuskan mata rantai penularan COVID19 ini sangat penting. Pemuda/i di NTT musti terlibat secara terorganisir untuk bisa membackup pemerintah dalam hal mensosialisasikan aturan New Normal ini, terutama daerah perkotaan. Semenjak melakukan studi penelitian deskriptif di kota kupang sebanyak 400 lebih responden yang kebanyakan anak muda berumur 17-26 thn belum memiliki sikap dan perilaku pencegahan COVID19 yang baik. Oleh karena itu pemerintah perlu juga mengandeng dan memberdayakan para kaum muda agar mampu menjadi agent of change ditengah masyarakat. Kami melihat perlu dibuatkan juga aturan dalam bentuk peraturan kepala daerah terkait COVID19 ini, hal ini kami sarankan melihat fase pandemi ini masih belum akan berakhir dalam waktu dekat sebelum menemukan vaksin dan obat – obatan untuk menyembuhkan penyakit ini, peraturan akan sangat bermanfaat demi mengatur habitus baru masyarakat beraktivitas sebagaimana aturan dalam New Normal tersebut,” Ujarnya.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *