Sun. Sep 27th, 2020

Advokat Erles Rareral Sebut Gubernur VBL Lupa Fungsi, Peran,Dan Kedudukan DPRD

2 min read

KUPANG-JARRAKPOSKUPANG- Advokat kawakan Ibukota Jakarta Erles Ray Rego Raja Laka SH,MH sangat menyayangkan statement Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang memberi ultimatum saat berbicara di depan Sidang Paripurna DPRD NTT,Rabu (8/7/2020).

Dilansir POS-KUPANG.COM, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengultimatum Fraksi Demokrat, Solidaritas, Pembangunan DPRD Provinsi NTT yang beranggotakan Partai Demokrat,Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk mengungkap nama oknum yang melakukan korupsi.Bahkan Viktor hanya memberi waktu satu minggu.

“Khusus dalam pemerintahan saya,jika ada yang korupsi,tunjuk di muka saya,jangan baca di podium ini lalu tidak ada nama orang itu, kasih ke saya. Kalau dalam satu minggu ini tidak sebutkan nama saya akan pertimbangkan untuk mengambil langkah hukum,”tegas Gubernur Laiskodat dalam paripurna.

Baca Juga :  Ibu-Ibu Besipae Nekat Telanjang Dada di Hadapan Gubernur NTT,Pakar Komunikasi Indonesia Angkat Bicara

Erles Rareral mengkritisi agar Gubernur NTT dapat menanggapi dengan bijak dan tidak mengancam.

“Saya sangat menyayangkan statmen seorang Gubernur, pemimpin Provinsi NTT yang seharusnya menanggapi dengan baik dan bijak tapi malah mengancam,” kritik Erles Rareral.

Lebih lanjut praktisi hukum kelahiran Ende- NTT itu menyebut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat lupa fungsi, peran,dan kedudukan DPRD.

“Gubernur Viktor lupa fungsi, peran,dan kedudukan DPRD, apa yang dilakukan dalam pemandangan umum kemarin dalam sidang paripurna DPRD NTT tidak ada yang salah kerena semua sudah dalam agenda dan sesuai dengan tupoksi DPRD, tugas anggota DPRD itu menyatakan pendapat dan memberi kritik serta saran,” tegas pengecara yang akrab disapa Eryes Rareral saat dikonfirmasi media ini, Kamis,(9/7/2020).

Baca Juga :  Kasus Ketua DPRD Alor Hina Wartawan, Pemred Tribuana Pos Surati Kapolda NTT

Erles Rarelal mengingatkan kedua kubu yakni DPRD NTT maupun Gubernur NTT untuk mengedepankan tanggung jawab dan kesejahteraan masyarakat Flobamamora dari pada saling mengancam.

“Harusnya baik DPRD dan Pemerintah di NTT segera menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab mereka bermuara pada masyarakat Flobamora,jadi harus segera bangkit adil,makmur dan sejahtera. Harusnya mau menerima kritik atau masukan yang konstrktif.Kedepankan kesejatraan masyarakat jauh kebih penting daripada saling mengancam,”tandasnya pengecara senior itu.

Jarrakposkupang.com/Mario Langun
Editor: Nyoman Sarjana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *