Tue. Oct 27th, 2020

Aspirasi Tidak Didengar Gubernur Bengkulu, Ratusan Raflesia Truk Mandiri Akan Menggelar Aksi Demonstrasi

2 min read

Jarrakposbengkulu.com| Bengkulu, Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Rafflesia Truk Mandiri akan mengadakan aksi demontrasi di depan Kantor Gubernur pada Tanggal 24 September 2020.

Aliansi masyarakat yang tergabung dari beberapa desa yakni dari Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu ini secara tegas akan melakukan aksi demonstrasi yang di gelar hari Kamis mendatang. Aksi tersebut dipicu oleh lambannya respon dari Gubernur Bengkulu atas audiensi yang dilakukan masyarakat melalui organisasi Rafflesia Truk Mandiri pasca bulan kemarin, sementara hearing sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

Dalam rilisnya ke media, juru bicara organisasi tersebut Berkat mengatakan bahwa “Pihak perusahaan membiarkan truk dari luar daerah masuk dari pada truk masyarakat, apalagi semenjak masuknya truk lohan yang kapasitasnya dua kali lipat dari truk biasa pengangkut batu bara. Harga jasa angkutan batu bara untuk masyarakat jauh lebih rendah dari pada truk PT atau vendor yang beroperasi di tambang batu bara. Harga yang diterima masyarakat gak bisa lagi menutupi biaya operasional, baik uang jalan supir, perawatan kendaraan juga cicilan kendaraan. Dmana sekitar 80 persen kendaraan masyarakat masih kredit. Ini sangat mematikan masyarakat, untuk itu perlu kita suarakan” ungkap Berkat pria muda tersebut.

Baca Juga :  Silahturahmi Dandim 1604/Kupang di Pos UPF Citrana Diatrik Oecusi RDTL.

Sambung berkat” pembayaran yang lambat,plat luar yang tidak terkontrol lagi, sedangkan plat BD masih banyak. Padahal kalau kita lihat, plat luar itupun tidak punya sumbangsih untuk pendapatan daerah. Sementara pemda mengarahkan dibentuk koperasi, sudah kita lakukan. Tapi tindak lanjut nya setelah itu tidak ada,dan itu mengecewakan kami. Kami akan tekatkan akan turun kejalan dan terus berjuang” Ujarnya.

Sementata itu Penanggung jawab aksi, Zakaria S.IP mengatakan bahwa “kita sudah melakukan beberapa kali hearing bersama pemerintah daerah, tetapi kita tidak mendapatkan hasil apapun atas hearing itu. Kami masyarakat biasa ini perlu kepastian. Tidak usah dijanjikan ketika tidak sanggup, ini urusan dapur dan keluarga. Bagaimana kondisi masyarakat sekarang, teriris hati saya ini. Pembayaran untuk masyarakat selalu di perlama oleh pihak PT, bisa sampai 3-4 bulan untuk pembayaran jasa angkutan. Dan tonase disesuaikan dengan kelas Bengkulu sehingga truk lohan yang beroperasi bisa di evaluasi kembali ijin operasinya. Lalu bagaimana kami makan? Aksi ini sudah opsi terakhir dari kami ketika suara kami tidak di dengar. Kami tidak ada intervensi siapapun, ini kami lakukan atas ketidakadilan yang terjadi. Massa aksi yang kita bawa adalah sekitar 150 orang bersama truk. Tidak ada tawar menawar, aksi akan dilaksanakan hari kamis 24 September 2020, Pastinya akan mematuhi protokoler kesehatan seperti memakai masker. Surat izin aksi sudah kita layang kan ke instansi kepolisian ” tegas kordinator aksi.

Baca Juga :  Dandim 1604/Kupang Kunjungi Tokoh Adat Di Oepoli Wilayah Perbatasan RDTL,Ada Apa?

Adapun tuntutan yang akan kami sampaikan adalah:
1. Kelayakan ongkos dan kelancaran pembayaran kepada masyarakat.
2. Memfasilitasi Koperasi Raflesia Mandiri Perkasa menjadi Vendor yang mewakili masyarakat.
3. Pemilik IUP/Tambang tidak boleh memiliki angkutan sendiri (monopoli).
4. Izin kendaraan plat-plat luar.

Wartawan: Ricky Damanik

Editor. Benjamin Simatupang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *