Tue. Oct 27th, 2020

Marissa Hutabarat Perempuan Keturunan Batak Yang Menjadi Hakim Di AS

2 min read

Jarrakposbengkulu| Bengkulu, Marissa Hutabarat, Perempuan keturunan batak berhasil menjadi hakim di pengadilan perdata, kota New Oerlans, Amerika Serikat.

Perempuan yang mendapat darah batak dari keturunan ayah, dan juga ibu keturunan tionghoa Thailand menempuh pendidikan gelar sarjana dijurusan psikologi, DePaul University dan lulus tahun 2006. Kemudian melanjutkan studi di Fakultas Hukum Loyola University.

Meskipun telah menjadi hakim, Marissa Hutabarat tidak pernah lupa dengan tanah leluhurnya. Ia mengatakan “saya bangga menjadi orang batak, saya bangga jadi orang indonesia. Saya bangga warisan budaya saya. Rasa kekeluargaan adalah yang utama dalam nilai-nilai kebudayaan saya. Dan itu membuat saya tidak pernah lupa” ucapnya.

Baca Juga :  Antisipasi Covid 19,Dandim 1604/Kupang Dan Kapolda NTT Gelar Aksi Di Jalan

Bukti dia mencintai kebudayaan nya adalah sempat belajar berbahasa batak yang diajarkan oleh opungnya(orang tua dari ayah) dan ingin belajar bahasa indonesia.

“Opung saya yang mengajari sedikit, saya agak malu karena sempat tidak belajar bahasa indonesia, tetapi kedepan saya akan berusaha belajar agar saya lebih mengerti lagi kebudayaan saya”Ujarnya.

Sebelum menjadi hakim, Marissa Hutabarat merupakan pengacara muda sekaligus aktivis sosial di New Orleans, Amerika Serikat. Setelah lulus dari Fakultas Hukum Loyola University, Marissa melakukan externship dengan Honorable Judge Roland Belsome dari Pengadilan Banding Negara Bagian Louisiana. Saat itu, ia bertugas menyusun memorandum dan beberapa tanggung jawab lainnya.

Baca Juga :  Lanjutkan Program TNI Peduli Inflasi,Babinsa Kodim 1604/Kupang Menabur Pupuk Di Lahan Demplot

Sebelum mencalon kan menjadi hakim, Marissa Hutabarat merupakan associate atorrney, LLS yang berfokus pada kasus malapraktik, perselisihan asuransi, serta kasus kecelakaan lalu lintas.

Dengan pencalonanya sebagai hakim untuk negara bagian New Orleans, Marissa Hutabarat berhasil memenangkan 60% pemilihan suara dengan tagline kampanye “People’s Judge” serta didukung Partai Demokrat.

Penulis: B.Simatupang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *