Tue. Oct 27th, 2020

Aspirasi Belum Didengar, Koperasi Masyarakat Raflesia Mandiri Perkasa Adakan Konferensi Pers

2 min read

JarrakPosBengkulu|Bengkulu, 10 Oktober 2020 Koperasi Masyarakat Raflesia Mandiri Perkasa mengadakan Konfererensi Pers bertempat di Bengkulen Coffe dengan tetap mematuhi aturan protokoler kesehatan yaitu mencuci tangan sebelum masuk, memakai Masker, dan menjaga kerumunan dengan Sistem Sosial Distancing didalam acara tersebut.

Selain itu juga acara ini di hadiri bebeberapa media online maupun televisi yang ada di di Provinsi Bengkulu. Adapun agenda yang dilakukan adalah pernyataan sikap dengan harapan tuntutanya kepada pemerintah daerah adalah sebagai berikut:

1. Pertama Biaya Ongkos angkutan batu bara yang tidak sesuai dengan Biaya Opresasional.
2.Menertibkan mobil fuso/lohan yang tonase muatan tidak sesuai dengan Kelas Jalan di Bengkulu (20-23 ton) yang dampaknya mempercepat kerusakan jalan-jalan nasional.
3. Kesepakatan antara sopir angkutan batu bara, pihak tambang dan pemerintah soal satuan harga angkut dalam beberapa kali mediasi membuat sedikitnya 550 sopir angkutan batu bara yang tergabung dalam Koperasi Masyarakat Rafflesia Mandiri Perkasa bakal menggelar aksi mogok angkut dan berkumpul di kantor Gubernur Bengkulu.

“Mediasi sudah beberapa kali dilakukan, namun belum juga ada titik kesepakatan. Kami hanya meminta biaya angkutan disesuaikan dengan ketentuan yang ada, sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Mineral dan Batu Bara Nomor 644.K/30/DJB/2013,” ungkap juru bicara Koperasi Masyarakat Rafflesia Mandiri Perkasa, Riki Damanik dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (10/10/2020).

Baca Juga :  TIM SOSIALISASI SP2020 BPS KOTA KUPANG LAKUKAN SOSIALISASI DI KODIM 1604/KUPANG

Ricky Aero Damanik menambahkan “aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap sikap Pemprov yang tak kunjung memberi keputusan, sehingga tidak sedikit keluarga sopir angkutan batu bara terdampak secara ekonomi, terlebih di masa Pandemi seperti saat ini. Saat ini tarif angkutan hanya bekisar Rp 800/ton per Km. Nah kami meminta tarif disesuaikan dengan peraturan yakni bekisar Rp 1000/ton per Km. Kawan kawan sopir angkutan kecewa karena Pemprov tidak juga kunjung menuntaskan masalah ini, sebab itu kami akan gelar aksi mogok angkut, parkir truk ke kantor gubernur dan menutup tambang,” ungkap Ricky.

Kita sampaikan nantinya, yakni meminta Pemprov serius melakukan penertiban tonase dan penertiban angkutan batu bara yang menggunakan nopol luar Bengkulu. Selain itu meminta gubernur mengatur regulasi angkutan sehingga tidak dimonopoli oleh vendor tertentu.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTT Fraksi PAN,Siena Katarina "Tolong Cabut Kembali Izin Tambang Dan Semen"

“Saat ini banyak sekali angkutan nopol luar, imbasnya tentu terpengaruh pada kawan-kawan yang memiliki nopol Bengkulu. Kemudian juga jalan jalur angkutan banyak hancur karena tonase yang berlebihan, nah kami minta ini ditertibkan,” ujar Zakaria.

Direncanakan sebelum menggeruduk kantor gubernur, 550 sopir angkutan batu bara akan berkumpul di simpang Pasar Pedati, kemudian menuju kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Selanjutnya bila tak juga ada titik temu maka mereka akan bermalam dan memenuhi kantor gubernur dengan truk batu bara, dan beberapa sopir angkutan batu bara lainnya akan bergerak menuju tambang dan melakukan aksi mogok angkut dan menyegel tambang batu bara. Perjuangan ini murni dari masyarakat, dan jika tidak ditanggapi lagi, makaKoperasi Masyarakat Raflesia Mandiri Perkasa akan melakukan aksi pada tgl 13/10/2020 kekantor Gubernur, selanjutnya akan mendatangi titik-titik tambang yang ada di Bengkulu Utara serta akan menutup tambang tersebut.

 

Wartawan: Sanrius S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *