Bengkulu utara, Jarrakpos.com- dunia Kesehatan masalah gizi Buruk dan Penyakit tidak menular  tampaknya bakal tetap menghantui dan Masih ada penderita Gizi Buruk di Bengkulu Utara.

Ketua PAC GSPI Girimulya Sriwaty melaporkan kepada ketua DPD GSPI Bengkulu Kamis (04/03/2021) bahwah ada penderita gizi buruk di Unit 9 Rt 1/Rw2 berinsial Asy. umur sekitar dua tahun berat badan sekitar 7kg. Penderita Gizi buruk tersebut belum memilik BPJS.

Baca Juga :  Virus Corona:WKRI NTT Siap Salurkan Bantuan Dari Melki Laka Lena,Wakil Ketua Komisi IX DPR RI,Ke Masyarakat Desa

Jonson Manik Ketua DPD GSPI Bengkulu mengatakan penderita Gizi buruk ini harus di perhatikan di saat pademi Covid 19. Kemungkinan masih ada penderita Gizi buruk yang belum di laporkan kepihak dinas kesehatan, dan Kepala Desa terlena mengatasi Gizi Buruk atau Stunting karena terpokus dengan Pademi Covid 19.

Jonson Manik mengatakan kepada media jarrak pos Bengkulu,  kasus penderita Gizi buruk atau Stunting harus segera di tangani sesuai program Presiden RI Ir. H. Joko Widodi, Indonesia  Maju SDM unggul Pemda Bengkulu Utara dan Pemprov Bengkulu harus berbenah dan membuat perhatian lebih dalam penanganan stunting sebagai program Nasional. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu lama. Umumnya disebabkan oleh asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.; Ungkap Jonson Manik

Editor Limbeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here