Bengkulu, Jarrakposbengkulu.com-Ketua DPD GSPI Bengkulu Jonson Manik sangat mengapresiasi kinerja TIM mafia tanah Polda Bengkulu, sebab kelakuan mafia tanah sangat meresahkan korban secara pisikis dan memiskinkan secara permanen, Mafia  tanah selalu membenturkan korban dan pembeli ke hukum perdata yang sangat rumit menguras tenaga pikiran, mental dan materi.

Tim Jarrak pos bengkulu berhasil mewawancari ketua DPD GSPI Bengkulu Minggu (07/03/2021) di sekretariat nya, Pengamatan Jonson Manik Ketua DPD GSPI Bengkulu di duga ada keterlibatan BPN  penerbitan sertifikat ASPAL (Asli Tapi Palsu), tidak mungkin masyarakat biasa mendapatkan sertifikat ASPAL, karena modus hampir mirip di seluruh Indonesia tapi susah di ungkap karena tidak ada  keseriusan  APH untuk mengusutnya. 

Jonson Manik Ketua DPD GSPI Bengkulu sudah aktif melaporkan mafia tanah di Bengkulu ke Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui KSP ( Kantor Staf Presiden) sejak 2017- 2020 bahkan pernah melakukan orasi di kantor Gubernur Bengkulu karena tidak aktifnya dan dijalankannya amanah Perpres 86 Tahun 2018 di Bengkulu.

Baca Juga :  Melanjuti Instruksi Bupati Ngada Dan KPU RI,KPU Kab.Ngada Lakukan antisipasi Covid-19

DPD GSPI Bengkulu akan selalu berperan aktif untuk melaporkan kasus mafia tanah di Polda Bengkulu. Karena ada beberapa kasus mafia tanah di Bengkulu agak sexi dan sudah berulangkali di laporkan ke Presiden RI Ir. Joko Widodo sampai saat ini belum ada kata clear and clean. Relawan Ir Joko Widodo  dan masyarakat luas sering menyampaikan keluhannya terhadap  masalah mafia tanah ke Presiden Ir. Joko Widodo langsung.

Baca Juga :  Audiensi Dengan Kejaksaan Tinggi Provinsi Bengkulu ; PMKRI Cabang Bengkulu Paparkan Program Kerja Dan Siap Laksanakan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK)

Jonson Manik meyakini Presiden Ir. Joko Widodo memberi perintah kepada  KAPOLRI supaya membentuk TIM mafia tanah yang tidak tuntas ini karena mendengar keluhan masyarakat dan Relawan. Semenjak Juni 2020 sampai Februari 2021, Jonson Manik ketua DPD GSPI Bengkulu selalu aktif melaporkan perkembangan mafia tanah di Bengkulu yang belum tuntas, Melalui Zoom Meeting dengan KSP (Kantor Staf Presiden) Deputi II. Sukses Polda Bengkulu semoga jangan tebang pilih menangani kasus mafia tanah di Provinsi Bengkulu.; Ungkap Jonson Manik.

Wartawan : Ferdinan

Editor : Limbeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here