Jarrakposbengkulu.com – Sejumlah aliansi mahasiswa dan masyarakat turun aksi kejalan didepan kantor Gubernur Bengkulu, Senin 12 April 2021 untuk menyampaikan aspirasi mengenai sikap tegas Gubernur mengenai pelaksanaan Peraturan Daerah 06 Tahun 2013. Mahasiswa Bengkulu yang tergabung bersama Ormas dalam melaksanakan aksi yaitu GMKI, PMKRI, Komda PMKRI, Ormas GSPI dan Koperasi Raflesia. Terlihat setiap perwakilan dari mahasiswa dan masyarakat secara bergantian berorasi didepan kantor Gubernur dikawal pihak keamanan.

Rivaldo Pardede kordinator aksi dalam orasi nya mengatakan” Kami sudah 6 kali turun kejalan meminta kejelasan dan ketegasan kepada bapak Gubernur Bengkulu mengenai Peraturan Daerah no 6 Tahun 2013. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari aspirasi kami yang dilaksanakan oleh Gubernur. Kami terus dibohongi oleh janji-janji bapak Gubernur.” Tegas nya dengan semangat

Sementara Komda Alexander Silaban mengatakan” Kita sudah berikan semua data dan kajian kita kepada Gubernur mengenai dampak ketidakjelasan dari perda 06 Tahun 2013, dimana akibat tidak jelas nya ketegasan Gubernur Bengkulu banyak jalan yang rusak akibat truk-truk Lohan yang tidak mengikuti aturan, kecelakaan meningkat dijalanan. Pada bulan maret sudah ada 3 orang masyarakat yang meninggal dunia akibat truk yang melintas dijalan umum. Masalah ini sudah sangat meresahkan, sudah sering kita sampaikan kepada Gubernur Bengkulu. Akan tetapi jawaban yang kita terima tidak pernah direalisasikan oleh Gubernur Bengkulu. Kami meminta Gubernur Bengkulu harus berpihak kepada masyarakat yang tertindas akibat tidak jelasnya perda 06 Tahun 2013, Gubernur Bengkulu jangan sampai takut dan tunduk pada Oligarki yang ada di Bengkulu. Karena Gubernur adalah dipilih masyarakat untuk mensejaterahkan Provinsi Bengkulu. Tapi apa yang kita dapatkan selama ini, Bengkulu terkesan cuek dan tidak mahu tahu terhadap permasalahan yang sudah kita sampaikan berkali-kali. Kita akan terus berjuang sampai Gubernur menandatangani dan melaksanakan perda yang dikeluarkan nya. Hidup Rakyat!!!” Teriak nya disambut peserta aksi dengan semangat.

Baca Juga :  Cegah Covid-19,Lawe: Pemkab Harus Antisipasi Arus Masuk Orang Ke Lembata

Sementara Sanjaya Ketua PMKRI meminta ” Gubernur harus bersikap tegas agar masalah ini tidak berlarut-larut sampai memakan korban lebih banyak lagi” ujarnya.

Setelah selesai berorasi, Perwakilan dari setiap OKP dan Ormas yang turun aksi diminta masuk kedalam Kantor Gubernur Bengkulu untuk Hearing. Purwanto Ketua Cabang GMKI meminta kepada Gubernur untuk turun langsung kelapangan dan menandatangi aspirasi yang telah disampaikan untuk dilaksanakan. Namun karena Gubernur sedang berada dijakarta, perwakilan keluar ruangan dan melanjutkan aksi nya sampai Gubernur Bengkulu menandatangani surat tuntutan yang telah disampaikan.
Sementara itu Wakil Gubernur Rosjonsyah yang turun langsung kelapangan bersama peserta aksi menyampaikan”Aspirasi kalian saya terima, dan saya akan kordinasikan langsung kepada Gubernur Bengkulu sebagai pimpinan Pemerintahan. Saya tidak bisa mengambil keputusan dan menandatangani surat tanpa harus berkordinasi dengan Gubernur.” Ucapnya

Jawaban yang diterima menjadi pukulan bagi mahasiswa dan masyarakat peserta aksi. Karena jawaban tersebut selalu sama mereka dengar selama 6 kali turun kejalan.

Baca Juga :  GSPI, PMKRI dan Koperasi di Bengkulu Minta Kejelasan PERDA Provinsi Bengkulu No 6 Tahun 2013

Menurut Ricki Aeiro Damanik Ketua Koperasi Raflesi Mandiri ” Kami selalu mendengar jawaban yang sama disampaikan bapak Rosjonsyah. Tapi sampai sekarang tindak lanjutnya tidak ada, hanya omong kosong. Kami hanya meminta pemerintah Provinsi tegas laksanakan perda, kalau tidak sanggup hapuskan aja. Jangan sampai kebohongan dan kecuekan yang selama ini kami dapatkan masyarakat jadi korban. Gunernur jangan berjanji terus, kami tidak akan berhenti sampai permasalahan ini selesai. Karena menyangkut kepentingan masyarakat.”Ujarnya penuh kekecewaan.

Sementara Jhonson Manik Ketua DPD GSPI Provinsi Bengkulu” Ini panggilan hati nurani. Kita ikut berjuang bersama mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Gubernur. Permasalahan ini akan saya bawa sampai kepusat, kita akan meminta presiden agar memerintahkan Menteri ESDM dan Menteri BUMN agar segera mencopot GM Pelindo Bengkulu. Karena akar permasalahannya di Perusahaan Pelindo Bengkulu, karena mereka tahu undang-undang tapi tidak melaksanakanya. Dan dalam hal ini GM Pelindo harus bertanggung jawab” Tegasnya

Terpantau dilapangan peserta aksi masih berada didepan kantor Gubernur Bengkulu melanjutkan aksinya.

“Kita akan menunggu Gubernur Bengkulu, karena infonya jam 19.00 Wib Gubernur sudah tiba di Bengkulu. Jadi aksi akan terus berlangsung sampai Gubernur hadir bersama kita untuk merealisasikan dan menandatangani tuntutan kita”Tutup Purwanto Ketua GMKI Cabang Bengkulu. (B.N.S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here