Daerah

Soroti Aktifitas Transportasi Tambang Batu Bara, Aliansi Masyarakat Demo Gubernur

Bengkulu Utara, jarrakposbengkulu.com- dengan keluar nya surat penertiban angkutan batubara Hasil perkebunan dan barang umum lainnya oleh Gubernur Bengkulu DR. H Rohidin Mersyah , dalam rangka menjaga keamanan dan kelestarian lalu lintas pada jalan umum Provinsi Bengkulu  dan mengacu pada surat dari balai pengelola transportasi darat Wilayah VI Bengkulu dan lampung dengan nomor AJ 307/1/1/BPTD.BKL-LPG/2021 tanggal 23 Febuari 2021 perihal Pengoperasian Angkutan barang sesuai kelas jalan.

Pada tanggal 12 April 2021 masyarakat, mahasiswa UNIB bersama-sama Orasi, menyampaikan aspirasi di depan kantor Gubenur Bengkulu, dan tidak di tanggapi pada saat itu maka masyarakat dan mahasiswa bertahan duduk sambil menunggu Gubernur sampai Pukul 21.00 Wib. Pengakuan Zakaria kades Tepi Laut Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara yang berhasil di temui oleh tim jarrak pos Bengkulu mengatakan “Perjuangan ini sudah setahun lebih, Orasi sudah 5 kali di lakukan dan saat ini pada tanggal 12 April 2021 Masyarakat bersama sama dengan mahasiswa menyampaikan Aspirasi di depan Gedung Kantor Gubernur Bengkulu tetapi belom ada respon dan tanggapan  dari Gubernur Bengkulu masalah perda No 06 Tahun 2013” Ungkap Zakaria

Baca Juga :  PT.Palapa Timur Telematika Gelar Sosialisasi Free Wifi Di Desa Raedewa,Ini Pesan Bupati Sabu Raijua

Jonson Manik Ketua DPD GSPI Bengkulu, menduga surat Penertiban angkutan Batu bara, hasil perkebunan dan barang umum lainnyaa tertanggal 15 April 2021, ada permufakatan jahat dengan oligarki rente mas hitam Bengkulu, di mana tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat agar Truck besar FUSO maupun LOHAN agar tidak beroperasi di jalan raya membawa batu bara, yang mengakibatkan kerusakan jalan akan kecelakaan yang tinggi memakan korban jiwa dan pemakaian BBM subsidi oleh kendaraan perusahaan tambang batu bara. Maka dengan tegas Jonson Manik selaku ketua DPD GSPI Bengkulu akan segera berkordinasi ke pemerintah pusat agar segera di ganti GM PELINDO II dan GM DEPI PERTAMINA Bengkulu demi memutus mata rantai permufakatan tersebut demi Masyarakat Indonesia kaum marginal Bengkulu. ( Dori)

Related Articles

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button