Seluma, Jarrakposbengkulu.com -Info yang beredar di pemerintahan kabupaten Seluma dan di tengah masyarakat Warga Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu selasa tgl 29 Juni 2021 bahwa PT AA telah mengantongi izin eks HGU PT. Jenggalu Permai dari KAKANWIL ATR/BPN Bengkulu, PT Jenggalu Permai mendapat HGU tgl 7 Agustus 1990 s/d 31 Desember 2016, semenjak berdiri Perusahaan tersebut lokasi HGU di garap masyarakat dan PT AA seluas kurang lebih 22 ha sejak 1994. Keberadaan PT AA perlu di pertanyakan di tengah tengah HGU PT Jenggalu Permai, apakah PT AA sebagai perampok lahan HGU PT Jenggalu Permai? Apakah mereka transaksi tanah Negara yang di beri HGU oleh Negara?

Jonson Manik ketua DPD GSPI Bengkulu dan wakil ketua DPD Pejuang Bravo Lima langsung menghubungi Kades Jenggalu lewat WhatsApp dan mengarahkan tim DPD GSPI Bengkulu berkordinasi dengan Kanwil ATR/BPN Bengkulu yang di halangi oleh security untuk bertemu dengan KAKANWIL ATR/BPN Bengkulu yang bertujuan untuk mencari info yang pasti. Info dari Kades Jenggalu  Pak Joni Midarling, ST tidak pernah merestui adanya izin PT AA di atas eks HGU PT Jenggalu Permai. Sebab keberadaan PT AA di Desa Jenggalu sudah meresahkan warga membuat konflik perpecahan atau permusuhan sesama warga Desa yang pro dan kontra  yang di takutkan kedepan akan timbul perkelahian sesama warga dalam satu Desa.

Baca Juga :  DPD GSPI Bengkulu Mengapresiasi Polda Bengkulu Pembongkaran Kasus Mafia Tanah

Joni Midarling Kades Jenggalu tidak akan memberi restu izin kepada perusahaan manapun di eks HGU Jenggalu Permai dan Eks HGU Sahabuddin. Karena besar harapan kami warga Jenggalu agar eks HGU Jenggalu Permai Dan Eks HGU Sahabuddin kembali ke pemerintah kabupaten Seluma dan dapat di manfaatkan sebagai fasilitas Umum Ujar  Kades Jenggalu Joni Midarling.

Baca Juga :  Pejuang Bravo Lima Resmi Hadir di Provinsi Bengkulu

Jonson Manik Ketua DPD GSPI Bengkulu akan segera melaporkan niat baik Kades Jenggalu ke Presiden Republik Indonesia Bapak H. Ir Joko Widodo, Kepala Kantor Staf Presiden Kementerian ATR/BPN RI serta ke DPP GSPI Pusat serta ke Ketua Pengawas GSPI Bapak Marsudyanto adek sepupu Presiden Jokowi. Dan melaporkan KAKANWIL ATR/BPN Bengkulu dengan dasar apa memberi izin lokasi dengan PT AA karena permasalahan ini sudah di laporkan langsung ke Presiden Maret 2019 walau tidak di tangani tetapi membuat permasalahan baru menutupi masalah lama Ujar Jonson Manik(Limbeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here