Bengkulu Banjir Akibat Gundulnya Hutan, Tambang Batu Bara Tidak Taat Aturan PPKH

0
247
Xx

BENGKULU, jarrakposbengkulu.com – DPD GSPI Bengkulu telah melaporkan dengan Menteri ESDM dan LHK, terkait tiga perusahaan tambang Batu Bara di Bengkulu yang tidak memenuhi kewajibannya melaksanakan rehabilitasi Aliran Daerah Sungai (DAS), tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH) dengan luasan sekitar 2.199 ha.

Tiga perusahaan tambang Batu Bara belum menerima penetapan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai sekitar luasan 2.000 ha. Jonson Manik Ketua Relawan DPD GSPI Bengkulu mengatakan, perbuatan tiga perusahaan tambang batu bara diduga tidak taat hukum atau peraturan negara sesuai Permen LHK No. P.27/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2018.

“Hal inilah yang mengakibatkan banjir luapan air di hilir sungai, akibat curah hujan tinggi tidak ada filterisasi air atau tidak melaksanakan penenaman pohon sebagai serapan air di hulu Daerah Aliran Sungai,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Covid-19,Kodim 1604/Kupang Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di Tempat Ibadah Dan Fasilitas Umum

Ia menyebutkan, dampak perbuatan tiga perusahaan ini diduga melawan hukum atau peraturan Negara Republik Indonesia, hingga mengakibatkan bencana alam banjir. Melumpuhkan perokonomian masyarakat, merusak kehidupan sosial masyarakat luas dan sampai memakan korban jiwa.

Perusahaan tambang Batu Bara tersebut harus ikut bertanggung jawab atas kejadian banjir di Kota Bengkulu dan Bengkulu Tengah.

“Perusahaan tambang batu bara harus melaksanakan kewajibannya. Atau, menteri ESDM dan Menteri LHK meninjau ulang izinnya, atau juga membekukan izin ke tiga perusahaan tambang batu bara tersebut. Jangan sampai Negara kalah dengan perusahaan tambang Batu Bara yang melawan hukum dan peraturan negara,” ucapnya lantang.

Baca Juga :  Optimalkan Pengelolaan Dan Penyaluran Zakat, Pemkot Gelar Sosialisasi Kepada Camat dan Lurah Kota Bengkulu

GSPI selalu menyuarakan “Tanam Pohon Selamatkan Bumi” bekerja sama dengan BP DAS Ketahun Provinsi Bengkulu. Tujuannya agar masyarakat menanam pohon berproduksi bisa bermanfaat sebagai sumber ekonomi kehidupan berkelanjutan.

Pohon menyerap air saat curah hujan tinggi, serta memberi air sumber kehidupan saat kemarau, maka itu sangat bermanfaat bagi kehidupan alam dan manusia.

“Kepada masyarakat tetap diimbau, agar menanam pohon untuk mengimbangi pembukaan lahan baru oleh masyarakat, demi kehidupan sosial berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan serta tetap menjaga kesuburan tanah sebagai anugrah Tuhan yang Maha Esa,” pungkas Manik.(Limbeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here