DaerahHukumNasional

Ketidak Patuhan PT Agri Andalas Buat Masyarakat Geram

SELUMA, jarrakposbengkulu.com – Pemda Kabupaten Seluma tidak serius menangani eks HGU PT Jenggalu Permai yang di Kuasai oleh PT. Agri Andalas. Dimana, HGU tersebut diketahui sudah berakhir sejak 2016 lalu.

Hal ini, mengakibatkan konflik di tengah warga Desa Jenggalu. Karena PT Agri Andalas yang tidak taat atas surat himbauan Bupati Seluma, yang melarang perusahaan beraktifitas di atas HGU tersebut.

Warga begitu kesal, perusahaan tidak tunduk atas aturan Bupati Seluma sebagai kepala daerah. Hingga warga menyurati kepala daerah agar diadakannya rapat di desa.

Dengan diadakannya rapat yang bertempat di balai desa Jenggalu, ada kesimpulan bagi warga Jenggalu untu melakukan panen bersama-sama di atas lahan eks HGU Jenggalu Permai. Menurut warga, tanah tersebut adalah milik negara saat ini, berarti tanam tumbuh di atas tanah tersebut tidak terpisahkan dari milik negara.

Baca Juga :  TEAM SATOPSPATNAL LAPAS BENGKULU GELEDAH KMR HUNIAN TEMUKAN BARANG NARKOBA JENIS SABU

Jonson Manik Relawan Jokowi Provinsi Bengkulu yang juga sebagai ketua DPD GSPI Bengkulu menjalankan dan melaksanakan perannya sebagai relawan. Dirinya memberitahukan kepemerintah kejadian dan akan terjadi rencana giat warga Desa Jenggalu secara tertulis kepada Kapolres Seluma, Bupati Seluma, Kantah BPN seluma, Kades Jenggalu bahkan sampai ke pusat Presiden Republik Indonesia, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, KAPOLRI dan Menteri ATR/BPN RI.

Berkoordinasi dengan instansi lain melalui jaringan komunikasi. Isi suratnya meberitahukan bahwa ada aksi masyarakat panen di atas tanah Negara eks HGU Jenggalu Permai, karena tanah dan tanam tumbuh di atasnya tidak terpisahkan dari milik Negara, dan hasil panen tersebut akan di serahkan ke Desa untuk kepentingan Desa serta warga Desa Jenggalu.

Baca Juga :  Peringati Hari Juang TNI AD ke-74 & HUT NTT ke-61, Kodim 1604/Kupang Selenggarakan Raknamo Fun Run 5 KM 2019

Dengan ini Jonson Manik dengan tagas membantah rumor yang beredar di media, bahwa sekelompok warga Desa Jenggalu di dampingi Ormas GSPI melakukan penjarahan sawit PT Agri Andalas itu bohong.

“Tiada seorangpun manusia di atas bumi ini memberi tahukan perbuatan kejahatan ke pihak POLRI, Pemda sampai ke Presiden,” tegas Manik.(limbeng)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button