DaerahNasional

Mafia Tanah Menggurita Sampai ke Pelosok Negeri

BENGKULU, jarrakposbengkulu.com – Warga Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu serta LSM menjarah sawit PT. Agri Andalas di laporkan di POLDA Bengkulu, oleh Rahmat Hidayat di lokasi eks PT Jenggalu Permai.

Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi Jonson Manik yang merupakan Relawan Jokowi, sekaligus Ketua DPD GSPI Bengkulu yang turut pendampingi warga Jenggalu tersebut, Senin (8/11/2021).

“Menurut info yang kami terima, kapasitas Rahmat Hidayat adalah Humas PT. Agri Andalas,” kata lelaki yang biasa disapa Manik ini.

Cerita singkatnya, warga Desa Jenggalu memetik tandan buah segar TBS di lokasi ex HGU PT. Jenggalu Permai, yang telah berakhir HGU tahun 2016 dengan luas 100 Ha peruntukannya peternakan Kambing.

Pengakuan Humas PT Agri Andalas berinisial BN, bahwa PT Agri Andalas membebaskan membayar ganti rugi dan menanam sawit di atas HGU PT. Jenggalu Permai dengan luasan 22 Ha.

Baca Juga :  IMAN Kupang,Peduli Covid-19 dengan membagikan sembako

“Hal inilah yang kami anggap termasuk kategori mafia,” cetus Manik.

Sedangkan, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo mengintruksikan kepada seluruh relawan agar membongkar dan melaporkan mafia tanah bersama-sama masyarakat.

“Apakah ada UU, PP atau PERDA yang mengatur Agri Andalas membebaskan HGU PT. Jenggalu Permai? Apakah ada UU, PP atau PERDA memgatur Pt. Agri Andalas menanam sawit di HGU PT Jenggalu Permai yang peruntukannya ternak kambing? Atau alih fungsi lahan?┬áKemana pajak lahan ini selama ini? Apakah PT. Agri Andalas melanggar UU Perkebunan? Semoga lekas terjawab dan tetap Relawan memberikan laporan dan masukan ke Menteri bahkan Presiden,” Papar Manik.

Baca Juga :  Tokoh Politik Bengkulu Dadang Mishal Bernostalgia Dengan Tokoh Birokrasi Izda Putra.

Diungkapknnya, dirinya juga sudah memegang data HGU yang sudah berakhir aktivitas masih normal, HGU Over load, HGU di atas lahan transmigirasi, HGU sudah di duduki Masyarakat dan HGU terbit SHM. Lalu, Desa persiapan bubar akibat terbit HGU, Proyek pengeringan rawa di dalam HGU.

Manik menduga ada permaianan pupuk subsidi dengan perusahaan perkebunan. Dan tidak menutup kemungkinan dana Repelanting yang diperuntukkan bagi petani sawit akan disedot oleh perkebunan sawit. Sebab yang terdata adalah luasan HGU, jadi over load terdata sebagai pertanian rakyat.

“Saya sangat menyayang kejadian ini. Bagi saya ini sangat miris terjadi bahkan seperti dibiarkan,” ujarnya.(limbeng)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button