DaerahNasional

Relawan Jokowi dan Warga Jenggalu Permai Ditahan Polisi

BENGKULU, jarrakposbengkulu.com – Masyarakat Jenggalu Permai dan Relawan Jokowi DPD GSPI Provinsi Bengkulu diamankan Polisi kemarin, (29/11/2021). Penahanan ini lantaran diduga melakukan tindak pencurian sawit di lahan PT Agri Andalas di desa Jenggalu

Bagi GSPI penahanan ini masih menjadi misteri. Pasalnya, diterangkan Kabid Media dan Komunikasi DPD GSPI Provinsi Bengkulu, Fino, bahwasanya Bupati Seluma telah mengeluarkan surat kepada PT Agri Andalas dan warga Jenggalu dengan nomor 003.1/163/B.1/2021 yang dikeluarkan 15 April lalu, untuk menghentikan aktifitas di atas lahan eks HGU Jenggalu Permai. Termasuk lahan 22 Hektar yang dikuasai PT Agri Andalas di Eks Jenggalu permai yang mana sebagai peternakan kambing.

Dalam surat Bupati tersebut, penghentian aktifitas ini dilakukan karena berakhirnya eks HGU Jenggalu Permai tertanggal 7 Agustus 2016. Bupati meminta kepada PT AA dan warga untuk tidak dulu melakukan aktifitas sampai ada keputusan hukum dan musyawarah Pemkab Seluma, Forkopimda, PT AA serta perangkat Desa Jenggalu.

Baca Juga :  Membantu Penanganan Covid-19,Babinsa 1604-01/Kupang Bersama Komunitas Peduli NTT Membagikan Sembako Dan Masker

Dirinya juga menjelaskan, tidak ada warga serta GSPI mengklaim lahan Eks Jenggalu Permai Milik warga Jenggalu. Pamanenan yang dilakukan masyarakat, karena keinginan masyarakat sendiri dikarenakan masyrakat sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah desa jenggalu yang tidak ada titik temu dalam penyelesaian lahan Eks Jenggalu Permai dan Juga masyarakat Jenggalu sudah menyuratin kepala desa jenggalu sebanyak 3 kali, sudah dibahas dalam musyawarah desa terkait sengketa eks HGU Jenggalu Permai dan eks Sahbuddin, yang dipimpin Kepala Desa Jenggalu Permai yang dihadiri oleh BPD, Camat Sukaraja, polsek Sukaraja, Koramil Air Priukan, Babinsa, Bhabinkamtibmas di Balai Desa Jenggalu pada Rabu 4 November 2021.

“Dalam musyawarah ini, masyarakat mempertanyakan kenapa PT Agri Andalas tidak mengindahkan himbauan Pemkab Seluma yang dalam hal itu Bupati, bahkan pihak PT AA masih saja melakukan pemanenan. Warga juga sempat mengatakan kenapa tidak kami juga melakukan hal yang sama, hasilnya untuk pembangunan desa Jenggalu Permai,” ujarnya saat membacakan notulen rapat.

Baca Juga :  Tepati Janji, Elva Hartati Murman Serahkan Traktor

Dikatakannya juga, dalam musyawarah tersebut Kepala Desa Joni Midarling juga sempat menyebutkan bahwa PT AA tidak berkontribusi pada pembangunan desa Jenggalu Permai. Bahkan pihak desa juga telah mengkonfirmasi melalui surat kepada PT AA terkait SPPT PBB yang tidak ada atas nama PT Agri Andalas.

Ia menyayangkan dan menilai penahanan ini terlalu gegabah. Apalagi, penahanan ini atas laporan Rahmat Hidayat salah satu karyawan PT AA yang di pertannyakanya apakah itu Lahannya Rahmat Hidayat, sampai dia melaporkan warga atas nama dia ke polda Bengkulu

“Kami berharap, pihak terkait bisa turun langsung untuk menangani masalah ini. Agar tidak terjadi tumpang tindih informasi, bahkan kalau bisa tidak adanya terjadi penahanan bahkan tumpah darah,” harapnya.

Ia juga menuturkan, permasalahan ini sudah dibawa ke pusat. Pihaknya juga akan menyurati Presiden terkait hal ini agar mendapatkan solusi yang terbaik.(RFS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button