Olahraga

Dadang Mishal Akan Terapkan Konsep “Tiga Pilar” Dalam Pembinaan Cabor

BENGKULU, Jarrakposbengkulu.com– KONI Bengkulu terus berupaya menyusun program pembinaan cabang olahraga (cabor) yang lebih baik lagi ke depan, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu idenya yakni, KONI akan coba menerapkan konsep “Tiga Pilar” pembinaan cabor, tiga pilar itu yaitu KONI daerah, bupati dan DPRD. Yang mana Konsep 3 Pilar juga dapat mendukung Program-program Penjaringan Atlet Berprestasi yang mana setiap kabupaten Menyiapkan Atlet  1 kabupaten akan menyiapak 2 atlet berprestasi untuk di pertandingan di PON 2024 Aceh Sumut.

Ketua Harian Koni Provinsi Bengkulu Dadang Mishal

Untuk menerapkan konsep ini, KONI Provinsi Bengkulu akan road show ke kabupaten/kota untuk duduk bersama. Hal ini dijelaskan Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Dadang Mishal, SH, MM, dalam sambutannya di acara Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Perbasi, Sabtu (30/7/2022).

Baca Juga :  Koni Melaksanakan Rakerprov Dadang mishal melaporkan Program 3 Pilar di depan Puluhan Cabor

“Kita akan coba tawarkan untuk membina dua atau tiga cabor di setiap kabupaten. Ini juga, kami kira untuk meringankan beban APBD Provinsi Bengkulu. Kalau nanti kabupaten sanggup menganggarkan lewat APBD, sangat membantu sekali dalam pembinaan olahraga di Bengkulu,” ujarnya.

Ia juga menyebut, konsep tersebut nantinya akan dibahas dalam acara rapat kerja provinsi (Rakerprov) KONI yang dipentas tanggal 2 Agustus nanti. Semua pengurus KONI sepakat ingin mengangkat olahraga Bengkulu ke depan lebih baik. Sebab KONI merupakan reputasi pemerintah setempat lewat olahraga, juga nama daerah akan terangkat.

Disampaikan Dadang juga soal penguatan organisasi KONI, salah satunya berusaha untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada KONI serta penguatan internal KONI. Dimana semua pengurus dilakukan konsolidasi, terutama bidang keuangan.

Baca Juga :  Atalanta Di Tahan Imbang, Inter Milan Juara Liga Seri-A Italia

“Kita tekankan disini ialah masalah keuangan. Karena itu di salah satu wakil ketua bidang keuangan KONI, dimasukkan nama Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ini untuk memperkuat struktur keuangan yang ada di KONI,” ucapnya.

Sebab, lanjutnya, selama ini kelemahan yang ada di KONI soal keuangan. Jika nanti keuangan KONI ataupun cabor sudah terukur, hasil juga akan terukur.

“Ini semua dampak dari perencanaan yang matang. Jadi ada filosopi, kalau keberhasilan itu awal dari perencanaan yang matang,” pungkas Dadang.(red)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button